Prosesi Aqiqah

Sebagaimana walimatul ursy dan walimatul khitan pada umumnya, pesta aqiqah juga di lakukan dengan undangan sanak keluarga , para family dan tetangga , tetu saja segala sesuatu harus di tata sedemikian rupa agar tidak mengotori makna aqiqah yang merupakan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam. Semuanya harus di lakukan dengan islami baik pengaturan tempat duduk,cara berpakaian , maupun tata cara makan. Bahkan guna menambah nilai spiritual aqiqah, ada baiknya jika dalam rangkaian cara aqiqah ini di selipkan ceramah Agama. Materi bisa tentang pendidikan anak, kewajiban anak terhadap orang tua , tanggung jawab orang tua terhadap anak dan sebagiannya .
Secara berurutan prosesi aqiqah itu meliputi : mencukur rambut, memberi nama , menyembelih hewan kambing dan makan Bersama :
Mencukur Rambut
1 ). Mencukur Rambut , di awali dengan membaca bismillah dengan arah mencukur rambut dari sebelah kanan ke kiri. Harus di cukur bersih , tidak boleh belang – belang . Seperti sebuah hadits yang di riwayatkan oleh ibnu umar RA , Bahwa :” Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam melihat seorang bayi laki – laki yang di cukur sebagaian kepalanya dan di tinggalkan yang lainya. Maka beliau melarang mereka melakukan hal itu dan bersabda : “Cukurlah olehmu atau tinggalkan seluruhnya ” . Hal itu karena Rasulullah shalallahu Alaihi Wasalam menginginkan seorang muslim bisa tampil ditengah tengah masyarakat dengan penampilan yang layak . sedangkan mencungkur sebagian rambut dan membiarkan bagian dan tumbuh bertentangan dengan kehormatan dan keindahan penampilan seorang muslim. rambut hasil cukuran kemudian di timbang dan di nilainya di sedekahkan . maksudnya setelah bayi di cukur , semua rambutnya ditimbang . Berat timbangan rambut tersebut kemudian di ganti dengan emas atau perak. nilai tukar emas atau perak tersebut bisa di wujudkan uang sesuai dengan harga emas atau perak di pasaran, lalu di sedekahkan kepada fakir miskin atau anak yatim .
Selesai di timbang kemudian rambut di tanam dalam tanah. ada beberapa dalil yang menjadi dasar praktik tersebut di antaranya : Imam Malik meriwayatkan hadits dari jafar bin muammad dari ayahnya . ia berkata ” Fatimah ra. menimbang rambut hasan , husein zainab dan ummu kultum , lalu berat timbangan rambutnya tersebut di ganti dengan perak dan di sedekahkan”.
Ibnu Ishaq meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abu Bakar, dari muhammad bin Ali bin Husain ra, ia berkata ” Rasulullah melaksanan aqiqah berupa seekor kambing untuk Hasan. Beliau bersabda , Fatimah cukurlah rambutnya ” Fatimah kemudian menimbangnya dan timbangannya mencapai ukuran perak seharga satu dirham atau setengah dirham
Menamai anak
2 ) Menamai anak , walaupun shakespare mengatakan : ” apalah arti dari sebuah nama ” namun tidak bisa di pungkiri bahwa nama bisa menunjukan identitas keluarga , bangsa dan aqidah . di samping itu dalam pandangan agama, nama juga berfungsi sebagai do’a. Secara tak sadar seseorang akan terdorong untuk memenuhi citranya yang terkandung dalam nama. Dalam teori labelling menjelaskan bahwa kemungkinan seseorang menjadi penjahat karena masyarakat menamainya dengan penjahat. Oleh karena itu , memberi nama bayi yang baru lahir, hendaklah menamainya dengan nama yang baik , berdasarkan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam , Artinya ” Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan di panggil dengan nama nama kalian dan nama nama bapak kalian maka baguskanlah nama mu” ( HR . Muslim )

Menyembelih kambing
3 ). Menyembelih kambing , penyembelihan harus sesuai syarat yang di tetapkan . Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda yang artinya : ” Sesungguhnya Allah telah mewajibkan cara yang baik kepada tiap tiap segala sesuatu . Maka apabila kamu membunuh , hendaklah kamu membunuh dengan cara yang baik, dan jika kamu menyembelih hendaklah kamu menyembelihnya dengan cara yang baik dan hendaknya ia memudahkan ( kematian ) binatang yang di sembelihnya” ( HR. Muslim )